Langsung ke konten utama

MIMPI DI UJUNG KATA: assalamu'alaikum wr.wbsalam perkenalan dari saya....

MIMPI DI UJUNG KATA: assalamu'alaikum wr.wb
salam perkenalan dari saya....
: assalamu'alaikum wr.wb salam perkenalan dari saya. Saya FHISILMI KAFFAH ANWAR, panggilannya cici. saya pelajar dan bersekolah di sman p...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

assalamu'alaikum wr.wb salam perkenalan dari saya. Saya FHISILMI KAFFAH ANWAR, panggilannya cici. saya pelajar dan bersekolah di sman pintar kuantan singingi. say hobi menulis mencurahkan apa yang saya rasa. Saya selalu menuangkannya dalam buku catatan harian. saya juga seorang penulis puisi dan pemikir sejati. hehe.. saya dulunya ragu mau buat blog, tapi atas saran dan motivasi hidup saya, akhirnya terciptalah blog ini.. saya ingin menjadi penulis sebenarnya yang menulis apa yang ia rasa. untuk awal ini saya persembahkan sebuah puisi tentang krisis budaya di tengah peradaban dunia Sebelit Luka Tanah Tumpah Fhisilmi kaffah anwar Sebukit pilu di ujung nafas Semburat pedih di tengah ratapan Sempena hiruk pikuk memekak telinga Entah berapa kali nada-nada gila itu menyerang Membuyar dalam lamunan pilu Menyentak dalam kepedhan luka Sang mamak sontak tertunduk pilu Sang emak melolong jeritan perih Abad memakan waku Meransang tampak kerikil hidup Dura datan...
CERPE sahabat, cerpen ini adalah cerpen pertama saya. mungkin terdapat banyak kesalahan, karena saya baru pemula. selamat membaca   Setetes Embun dalam Duka Fhisilmi Kaffah Anwar Semilir angin pagi berhembus perlahan. Menyibak wajahku dalam alunan kesendirian. Mentari tak kunjung datang, awan kelam setia menemani. Ku terpaku menatap keluar sana, menopang daku, menarik nafas perlahan, menikmati setiap kenikmatan yang kuasa. Embun lagi, menyapa tanganku yang kaku tanpa kasih. Senyum ku hambar, karena luka nan tertahankan. Sapaan orang kepadaku, ku sambut hangat walau hati di rundung perih. Mengapa tidak ? aku hidup dalam lingkungan ratusan orang. Seatap bersama mereka. Hidup berasrama memang indah, ada sejuta kenangan di dalamnya. Desember menerpaku di pagi selasa ini. Mengingatkanku di kenangan desember silam. Tanganku tak beranjak dari embun ini. Seakan ia ingin membuka kembali cerita nan telah kututup jauh di dalam relung hatiku. Seragamku terpasang indah di suk...