Disini Kami Tersisih Fhisilmi Kaffah Anwar Mentari bergelut dengan embun yang menyelimuti sela-sela dedunan yang menghijau. Arakan awan gelap masih berarak mengitari setiap celah sudut kampung ini. Air sisa hujan semalam menetes dan berbaur bersama embun untuk menyapa pagi. Bau tanah merah masih tercium di sela-sela hidungku. Mata sembab dan kesenduan tersisa dari hari kemarin. Terlihat dari seberang jalan sana, Mak Jurai sudah bergegas dengan perkakasnya menyadap karet di kebun yang masih tersisa, karena himpitan penanaman sawit. Lek Parmi juga sudah membuka pintu pagarnya, mengarahkan sapi-sapinya yang berjumlah puluhan ekor itu menuju padang tempatnya mengembala. Sedang aku bersama kedua kakakku terdiam kelu disini, hanya memandang mereka dengan pandangan kosong dan sejuta kerinduan dan sesekali terdengar isak tangisku. Inilah kami tiga bersa...
blog ini adalah tempat berbagi ilmu dan berbagi cerita. cerita tentang perjalan hidup dan juga berbagi pengalaman yang pernah di dapat. semoga dengan hadirnya blog ini dapat bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya.