Langsung ke konten utama
assalamu'alaikum wr.wb
salam perkenalan dari saya. Saya FHISILMI KAFFAH ANWAR, panggilannya cici. saya pelajar dan bersekolah di sman pintar kuantan singingi. say hobi menulis mencurahkan apa yang saya rasa. Saya selalu menuangkannya dalam buku catatan harian. saya juga seorang penulis puisi dan pemikir sejati. hehe..
saya dulunya ragu mau buat blog, tapi atas saran dan motivasi hidup saya, akhirnya terciptalah blog ini.. saya ingin menjadi penulis sebenarnya yang menulis apa yang ia rasa. untuk awal ini saya persembahkan sebuah puisi tentang krisis budaya di tengah peradaban dunia


Sebelit Luka Tanah Tumpah
Fhisilmi kaffah anwar
Sebukit pilu di ujung nafas
Semburat pedih di tengah ratapan
Sempena hiruk pikuk memekak telinga
Entah berapa kali nada-nada gila itu menyerang
Membuyar dalam lamunan pilu
Menyentak dalam kepedhan luka
Sang mamak sontak tertunduk pilu
Sang emak melolong jeritan perih
Abad memakan waku
Meransang tampak kerikil hidup
Dura datang asa manghilang
Membubung, melayang jauh
Etalase mewah berlari berebut tempat
Salam, tegur, sapa hilang perlahan
Hilang di himpit jajaran “i phone “
Seonngok luka tak tahan lagi
Katapun lenyap bibir kelu, gagu, gagap
Sukma di rayapi duka lara
Di dalamnya ...
Kebaya-kebaya indah tanah jawa
Lenyap di telan trand baja
Merangkak perlahan memamahkan sekejap
Menerjang sepoi, namun menusuk
Ku torehkan goresan hitam ini
Merusak setiap sisi lembaran putih
Cinta tanah tumpah ?
Hanya keluar di setiap celah bibir-bibirmu
Di manakah budaya timurmu itu ?
Kalimat-kalimat yang selalu di agungkan
Lemah lembut bangsa merah putih kita
Hanyut di telan pusaran durjana
Sekat yang selalu ada di setiap umur
Sekarang ? tinggal berbekas perih
Moral bangsaku hilang
Alamkah yang tak mengajari
Ataukah tetes-tetes darah pahlawan,
Yang diam bungkam seribu kata
Disana di ujung sabang
Merangkai sampai di  ujung merauke
Ada cerita disetiap helaian alamnya
Negeri yang berjuta budaya
Dikikis habis tak berjejak
Tanah indah tak lagi menyapa
Ngeriku, negerimu
Kan hilang dimakan zaman


                                                                   SMAN PINTAR KAB.KUANTAN SINGINGI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERPE sahabat, cerpen ini adalah cerpen pertama saya. mungkin terdapat banyak kesalahan, karena saya baru pemula. selamat membaca   Setetes Embun dalam Duka Fhisilmi Kaffah Anwar Semilir angin pagi berhembus perlahan. Menyibak wajahku dalam alunan kesendirian. Mentari tak kunjung datang, awan kelam setia menemani. Ku terpaku menatap keluar sana, menopang daku, menarik nafas perlahan, menikmati setiap kenikmatan yang kuasa. Embun lagi, menyapa tanganku yang kaku tanpa kasih. Senyum ku hambar, karena luka nan tertahankan. Sapaan orang kepadaku, ku sambut hangat walau hati di rundung perih. Mengapa tidak ? aku hidup dalam lingkungan ratusan orang. Seatap bersama mereka. Hidup berasrama memang indah, ada sejuta kenangan di dalamnya. Desember menerpaku di pagi selasa ini. Mengingatkanku di kenangan desember silam. Tanganku tak beranjak dari embun ini. Seakan ia ingin membuka kembali cerita nan telah kututup jauh di dalam relung hatiku. Seragamku terpasang indah di suk...